Cari Blog Ini

Senin, 30 Oktober 2017

Khutbah Jumat: "Bersama Masyarakat: Berantas Narkoba, Judi, Geng Motor dan Tolak ISIS

BERSAMA MASYARAKAT:
BERANTAS NARKOBA, JUDI, GENG MOTOR DAN TOLAK FAHAM ISIS
Oleh : Mursana, M.Ag

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. فَصَلَوَاتُ اللهِ وَسَلاَمُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ؛ يَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْن

Hadhirin Jama’ah Shalat Jum’ah Rahimakumullah
Marilah bersyukur kepada Allah SWT pada hari jum’at ini kita masih tetap bisa memenuhi undangan Allah  SWT untuk melaksanakan ibadah ritual mingguan yakni Shalat Jum’at. Mudah-mudahan setiap langkah kita untuk menuju masjid kebanggaan kita ini dicatat kebaikan oleh Allah SWT untuk bekal pada hari kiamat nanti. Amin.
Shalawat dan Salam semoga senantiasa Allah curahkan kepada junjungan alam semesta jagat raya yakni sayyidina wa maulana Muhammad SAW beserta keluargaNya, para sahabatNya, dan para pengikutNya termasuk kita semua sampai akhir zaman. Amin ya rabbal ‘alamin

Hadhirin Jama’ah Shalat Jum’ah Rahimakumullah
Kita maklumi bahwa kejayaan dan kemakmuran Cirebon masa lalu tidak lepas dari peran serta ketokohan Kanjeng Sunan Gunung Jati yang telah membangun tatanan masyarakat yang berperadaban sehingga terkenal seantero Dunia. Salah satu mahakarya abadi beliau yang harus dilestarikan dan dibumikan warga masyarakat Cirebon adalah Petatah Petitihnya yaitu : Ingsun Titip Tajug Lan Fakir Miskin.
Dalam konsep Petatah Petitih ini beliau mengajarkan kepada kita sebagai makhluk sosial bahwa dalam kehidupan ini harus ada sebuah keseimbangan yakni keseimbangan dengan Allah sebagai sang Kholiq yang disimbolkan dengan Tajug dan keseimbangan dengan sesama makhluk yang disimbolkan dengan Fakir Miskin.
Apabila konsep Ingsun Titip Tajug Lan Fakir Miskin ini dijadiakan sebagai Doktrin dalam kehidupan sehari-hari, insya Allah masyarakat Kabupaten Cirebon menjadi masyarakat paling maju disegala bidang pembangunan.

Hadhirin Jama’ah Shalat Jum’ah Rahimakumullah
Visi dan Misi Kabupaten Cirebon adalah merupakan penjabaran dari petatah petitih Kanjeng Sunan Gunung Jati yakni Ingsun Titip Tajug Lan Fakir Miskin. Untuk mewujudkan Visi dan Misi tersebut nampaknya tidaklah muda. Karena masih banyak permasalahan berat yang harus dihadapi bersama, bukan hanya tugas pemerintah tetapi juga peran serta masyarakat sangat dibutuhkan keikutsertaannya dalam menghadapi permasalahan tersebut. Sebab diyakini bahwa masalah ini akan mengganggu kondusifitas daerah.

Hadhirin Jama’ah Shalat Jum’ah Rahimakumullah
Adapun permasalahan yang akan mengganggu kondusifitas daerah saat ini adalah sebagai berikut :
Pertama;  Penyalahgunaan Narkoba (Khamr) dan
Kedua;  Masalah Perjudian
Kedua masalah ini telah diharamkan dalam kitab suci Al-Qur’an yaitu :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (90) إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ (91(
“Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamr (minuman keras), judi, berhala, dan mengundi nasib adalah najis yang merupakan perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kalian mendapat kemenangan. Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kalian lantaran meminum khamr dan berjudi itu, dan menghalangi kalian dari mengingat Allah dan shalat, maka berhentilah kalian (dari mengerjakan perbuatan itu).” (Al-Maidah: 90-91)

Hadhirin Jama’ah Shalat Jum’ah Rahimakumullah
Secara bahasa khamer berarti perasan anggur yang memabukan. Perasaan tersebut diistilahkan dengan khamer karena ia menutupi akal. Khamer yang asli adalah terbuat dari bahan anggur, bukan dari bahan lain. Sedangkan menurut istilah hukum Islam, khamer adalah semua jenis benda yang memabukan, baik dalam porsi yang sedikit maupun banyak, baik itu diambil dari anggur, kurma, gandum, ataupun bahan lain, termasuk yang sangat populer sekarang ini yaitu NARKOBA (Narkotika dan Obat/Bahan berbahaya).
Sedangkan Hakekat perjudian adalah dua pihak atau lebih yang masing-masing menyetorkan sejumlah uang tertentu dan dikumpulkan sebagai hadiah. Kemudian mereka mengadakan permainan tertentu, baik dengan kartu, melempar dadu, adu ketangkasan, memutar rolet, sabung ayam, menebak skor pertandingan sepak bola, atau permainan yang lain. Siapa yang menang, ia berhak mendapatkan hadiah yang dananya diambil dari kontribusi para peserta yang dikumpulkan tadi.

Hadhirin Jama’ah Shalat Jum’ah Rahimakumullah
Kalau kita perhatikan dengan seksama ayat 90-91 surat Al-Maidah tadi, kita akan mendapati bahwa perbuatan meminum khamr dan berjudi itu memiliki sifat dan dampak negatif sebagai berikut:
Pertama, Kotor dan Najis. Allah SWT menyifati kedua perbuatan tersebut dengan sifat yang semestinya tidak ada seorang pun mau mendekatinya apalagi menyentuhnya, yaitu sifat kotor dan najis. Maka betapa ruginya apabila warga masyarakat Cirebon masih mau mendekati, menyentuh, dan apalagi bergelimang dengan sesuatu yang menjijikkan tersebut?
Kedua, Perbuatan Syaitan. Sifat jelek berikutnya yang disebutkan oleh Allah dalam ayat tadi adalah bahwa perbuatan-perbuatan itu termasuk perbuatan syaitan, makhluk terlaknat yang telah divonis akan masuk neraka kekal di dalamnya. Syaitan tidak tinggal diam, ia berusaha mencari teman untuk diajak bersama masuk jahannam. Ia ingin agar manusia berbuat seperti apa yang ia perbuat.
Ketiga, Tidak Akan Meraih Kemenangan. Setelah mengabarkan bahwa keempat perbuatan tersebut najis, kotor, dan merupakan perbuatan syaithan, maka Allah SWT pun memerintahkan untuk menjauhinya dan sekaligus mengabarkan bahwa barangsiapa yang benar-benar menjauhi perbuatan tersebut, maka ia akan meraih kemenangan, yaitu kehidupan yang bahagia, selamat dunia akhirat.
Keempat, Penyebab Timbulnya Permusuhan dan Kebencian. Allah SWT mengabarkan bahwa meminum khamr dan berjudi merupakan penyebab rusaknya hubungan antar sesama. Syaitanlah biangnya. Ia menjadikan judi dan khamr sebagai sarana agar manusia saling benci dan memusuhi. Maka bukan suatu hal yang aneh apabila setiap praktek perjudian atau acara pesta minuman keras kerap kali diakhiri dengan kekacauan, pertengkaran, saling benci dan dendam, bahkan pembunuhan. Na’udzubillah.
Kelima, Menghalangi Seseorang dari Dzikrullah dan Shalat. Syaitan pun juga menjadikan judi dan minuman keras ini sebagai perangkat untuk menjauhkan seseorang dari berdzikir kepada Allah SWT dan beribadah kepada-Nya. Sungguh sangat merugi ketika seseorang jauh dari mengingat Allah, tidak pernah mendirikan shalat, dan menjalankan ibadah yang lainnya. Padahal dengan berdzikir kepada Allah SWT, hati seseorang menjadi tenteram, dan dengan shalat, seseorang akan tercegah dari perbuatan keji dan mungkar.

Hadhirin Jama’ah Shalat Jum’ah Rahimakumullah
Ketiga; Permasalahan Geng Motor.
Geng Motor termasuk kelompok yang paling sadis dalam melukai korbannya yang tidak bersalah. Mencuatnya perilaku negatif geng motor, dapat disebabkan oleh beberapa hal: yakni faktor internal yaitu keluarga dan faktor eksternal yaitu pergaulan.
Solusi penanganannya harus melibatkan semua pihak terkait, baik orang tua, sekolah, warga masyarakat, bahkan aparatur pemerintah pun wajib turun tangan untuk mengatasinya. Remaja jangan diberi kesempatan untuk melakukan pelanggaran, kalau geng motor telah melakukan tindakan kriminal atau melanggar hukum, hal tersebut harus diberi sanksi, dimana penyelesaiannya sesuai dengan undang-undang dan hukum yang berlaku.
Tidak ada sesuatu yang tidak bisa diselesaikan. Kalau ada kemauan tentulah ada jalan keluarnya. Dalam persoalan geng motor, resepnya hanya satu, keterlibatan semua pihak, terutama keluarga untuk memberi bimbingan yang terbaik untuk anak-anaknya.

Hadhirin Jama’ah Shalat Jum’ah Rahimakumullah
Keempat; Munculnya Faham ISIS di Masyarakat.
ISIS singkatan dari Islamic State of Iraq and Syria, adalah organisasi militan yang mengendalikan Irak dan Siria. ISIS mengancam kehancuran permanen di Irak dan Siria. Karena itu ISIS adalah organisasi teroris. Siapa yang tidak mengikuti mereka akan dituduh musuh Islam dan musuh Allah dan harus dihukum dan dibunuh dengan kejam.
ISIS harus dilarang keberadaannya di Kota Wali ini. Karena ISIS sangat bertentangan dengan Pancasila, UUD45 dan Nilai-nilai luhur yang diajarkan oleh Kanjeng Sunan Gunung Jati. Untuk itu, kita tidak rela sejengkal tanahpun kelompok ini menguasai tanah kita. Allahu Akbar!

Hadhirin Jama’ah Shalat Jum’ah Rahimakumullah
Melalui khutbah Jum’at ini, khatib mengajak kepada seluruh komponen masyarakat Kab. Cirebon, mari kita bersama-sama memberantas Narkoba, Perjudian, Geng Motor, dan Tolak Faham ISIS, agar Kab. Cirebon semakin bermartabat dan berperadaban tinggi. Semoga bermanfaat. Amiin
باَرَكَ اللهُ لِيْ وَلكمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيّاكُمْ بِالآياتِ والذِّكْرِ الحَكِيْمِ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ

Khutbah kedua diserahkan kepada Khatib masing-masing

Kamis, 19 Oktober 2017

Khutbah Jumat, "PESAN SPIRITUAL BULAN SHAFAR"

PESAN SPIRITUAL BULAN SHAFAR
Oleh : Mursana, M.Ag


إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. فَصَلَوَاتُ اللهِ وَسَلاَمُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ؛ يَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْن

Hadhirin Jama’ah Shalat Jum’ah Rahimakumullah
Marilah bersyukur kepada Allah SWT pada hari jum’at terakhir bulan muharram ini kita masih tetap bisa memenuhi undanganNya untuk melaksanakan ibadah ritual mingguan yakni Shalat Jum’at. Mudah-mudahan setiap langkah kita untuk menuju masjid kebanggaan kita ini dicatat kebaikan oleh Allah SWT untuk bekal pada hari kiamat nanti. Amin.
Shalawat dan Salam semoga senantiasa Allah curahkan kepada junjungan alam semesta jagat raya yakni sayyidina wa maulana Muhammad SAW beserta keluargaNya, para sahabatNya, dan para pengikutNya termasuk kita semua sampai akhir zaman. Amin ya rabbal ‘alamin

Hadhirin Jama’ah Shalat Jum’ah Rahimakumullah
Mulai nanti malam kita akan memasuki bulan Shafar. Dalam penanggalan tahun hijriyah, shafar merupakan bulan kedua setelah muharram. Menurut Kamus Arab-Indonesia Mahmud Yunus shafar-ashfar berarti kosong atau angka nol. Jadi shafar adalah bulan untuk mengosongkan segala kotoran atau membersihkan jiwa dan raga dari berbagai amalan yang cenderung mengandung unsur noda dan dosa. Pada bulan ini sebagian masyarakat Cirebon masih mempercayai bahwa shafar adalah bulan musim kawin hewan (hingga sering terdengar ungkapan bahwa safar; bulan kawin anjing). Menurut penuturan beberapa Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) di Kabupaten Cirebon, hampir setiap bulan shafar sepi dari acara pernikahan. Disamping itu juga bulan shafar dikenal dengan bulan yang sering terjadi malapetaka atau bala’ terlebih lagi pada hari rabu terakhir di bulan ini atau orang Cirebon mengenal dengan istilah “Rebo Wekasan”. Di beberapa wilayah, sebagian masyarakat tidak melakukan pekerjaan yang berat atau bepergian pada hari rebo wekasan. Mereka berkeyakinan, apabila melakukan hal-hal tersebut, maka dikhawatirkan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Padahal sampai saat ini masih belum ada literature yang valid dan dapat dipercaya dari mana asal-usul keyakinan tersebut.
Padahal dalan ajaran Islam, kita maklum bahwa semua hari adalah baik; tapi ada hari yang terbaik yaitu hari Jum’at. Semua malam adalah baik; tapi ada malam yang terbaik yaitu lailatul qadr. Semua bulan adalah baik; tapi ada bulan yang terbaik yaitu bulan Ramadhan. Dari sinilah bisa difahami bahwa semua waktu adalah baik, kecuali apabila waktu itu tidak dipergunakan dengan baik untuk beriman, beramal shalih, dan menasehati tentang kebenaran dan kesabaran. Sebagaimana Allah SWT. berfirman:
 وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)
”Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya menta'ati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran”(Qs.al’Ashr:1-3)

Hadhirin Jama’ah Shalat Jum’ah Rahimakumullah
Paling tidak ada tiga tradisi yang biasa dilakukan oleh sebagian masyarakat Cirebon setiap bulan shafar, yaitu: “Ngapem, Ngirab dan Rebo Wekasan”. Ketiga macam kegiatan tersebut selanjutnya disebut shafaran. Pertama, upacara ngapem. Menurut beberapa sumber dari orang tua jaman dulu (para sepuh) bahwa Ngapem berasal dari kata Apem yaitu membuat kue adonan yang terbuat dari tepung beras yang di fermentasi. Apem dimakan disertai dengan pemanis (Kinca) yang terbuat dari gula jawa dan santan. Mayoritas masyarakat Cirebon masih melakukan tradisi ngapem ini dengan membagi-bagikannya kepada tetangga yang bertujuan untuk mengungkapan rasa syukur kepada Sang Pencipta/alkhaliq (Selametan berbentuk shadaqah apem) di bulan shapar supaya terhindar dari berbagai musibah dan malapetaka. Sebab nabi Muhammad SAW. pernah bersabda bahwa:
الصَّدَقَةُ تَدْفَعُ الْبَلَاء
”Shadaqah adalah dapat menolak bala’ (musibah)”.
Dari tradisi ngapem tersebut paling tidak ada dua pesan spiritual yang patut diambil hikmahnya, yaitu: 1) tradisi ngapem sebagai symbol bahwa masyarakat Cirebon harus senantiasa memperhatikan nasib kaum fakir miskin, anak yatim, dan kaum dhu’afa lainnya. Sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW., 2) tradisi ngapem melambangkan tentang pentingnya shilaturrahim antar tetangga dan kerabat dekat karena di bulan ini penuh dengan musibah. Mudah-mudahan dengan tradisi ngapem (tawassul dengan shodaqah apem) ini masyarakat Cirebon terhindar dari berbagai musibah dan malapetaka.

Hadhirin Kaum Muslimin Rahimakumullah
Kedua, upacara ngirab. Secara bahasa ngirab berarti menggerakkan sesuatu untuk membersihkan berbagai kotoran. Dalam catatan Carubannagari; pada bulan shafar ini konon di yakini oleh Sunan kalijaga, untuk mencegah kemungkinan datangnya Rebo Wekasan, beliau mandi di Sungai Drajat pada saat berguru pada Sunan Gunung Djati untuk membersihkan diri dari bala’ pada hari Rebo Wekasan. Hal ini akhirnya di ikuti oleh masyarakat pada saat itu dan dijadikan adat oleh masyarakat Cirebon. Hingga kini masyarakat Cirebon pada hari Rebo Wekasan mengunjungi petilasan Sunan Kalijaga. Dengan menggunakan perahu mereka menuju kalijaga dan melakukan mandi di tempat yang di yakini dulu oleh Sunan kalijaga. Selanjutnya tradisi ini disebut “Ngirab” artinya menggerakan sesuatu untuk membuang yang kotor.
Pelajaran yang bisa diambil dari tradisi ini, ngirab merupakan symbol pertaubatan. bahwa untuk menjauhkan diri dari datangnya berbagai musibah, masyarakat Cirebon harus melakukan ngirab, pembersihan diri dari berbagai kotoran, noda, dan dosa atau hal-hal yang mengarah kepada kemaksiatan/munkarat dengan memperbanyak taubat dan minta ampun kepada Allah (istighfar).

Hadhirin Kaum Muslimin Rahimakumullah
Ketiga, upacara Rebo Wekasan. Rebo Wekasan berasal dari bahasa Jawa yang mengandung arti hari rabu terakhir pada bulan shafar. Dalam beberapa sumber kitab klasik (Mizanul Kubra, Nihayatuz Zain) disebutkan bahwa sebagian al’arifin (ahli ma’rifat) berpendapat, sesungguhnya di dalam setiap tahun diturunkan 320.000 bala’. Semuanya itu terjadi pada hari rabu terakhir (rebo wekasan) bulan shafar. Maka barangsiapa yang mendirikan shalat pada hari itu 4 raka’at dengan membaca Surat al-Kautsar 17 kali setelah Surat Al-Fatihah di rokaat pertama, Surat Al-Ikhlas sebanyak 5 kali di rokaat ke dua, Surat Al-Falaq di rokaat ke tiga dan Surat An-nas di baca satu kali di rokaat yang ke empat dan di akhiri dengan membaca do’a setelah salam:
بسم الله الرحمن الرحيم     اللهم يا شديد القوى و يا شديد المحا ل
maka Allah akan menjaganya dari semua bala’ atau malapetaka dengan keutamaan dan kemulyaanNya.

Hadhirin Jama’ah Shalat Jum’ah Rahimakumullah
Hikmah yang bisa dipetik dari tradisi yang ketiga ini adalah apabila akan terjadi suatu bencana atau musibah maka dianjurkan agar setiap insan lebih mendekatkan diri kepada Allah (taqarrub) kepada Sang Penguasa Alam Semesta dengan cara melaksanakan ibadah shalat, dzikir, dan do’a. karena setiap makhluk berasal dari Allah dan akan kembali kepada Allah jua, Wainnaa ilaihi raaji’uun.
Disamping ketiga tradisi tersebut, ada tradisi tawurji yang dilakukan oleh anak-anak usia sekolah dasar dengan berselendangkan sarung dan berpeci, mendatangi orang-orang yang ada di toko-toko atau perumahan-perumahan untuk meminta infaq dengan mengucapkan: “Wur tawur Ji- tawur-selamet dawa umur” (pak haji-bu haji, beri aku infaq, semoga panjang umur) yang disenandungkan secara berulang-ulang. Masyarakat Cirebon menyebutnya dengan tradisi tawurji.

Hadhirin Jama’ah Shalat Jum’ah Rahimakumullah
Demikian beberapa pesan spiritual yang bisa diambil dari tradisi shaparan yang sarat dengan beberapa symbol. Semoga masyarakat Cirebon senantiasa melestarikan budaya yang baik ini sepanjang masa. Amiin ya rabbal ‘alamin
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Khutbah kedua diserahkan kepada khatib masing-masing

Kamis, 12 Oktober 2017

Khutbah Jumat: LPJ Yang Akan Kita Hadapi

LPJ YANG AKAN KITA HADAPI
Oleh : Mursana, M.Ag

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. فَصَلَوَاتُ اللهِ وَسَلاَمُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ؛ يَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْن
Hadhirin Jama’ah Shalat Jum’ah Rahimakumullah
Marilah bersyukur kepada Allah SWT pada hari ini kita masih tetap bisa memenuhi undanganNya untuk melaksanakan ibadah ritual mingguan yakni Shalat Jum’at. Mudah-mudahan setiap langkah kita untuk menuju masjid kebanggaan kita ini dicatat kebaikan oleh Allah SWT untuk bekal pada hari kiamat nanti. Amin. Shalawat dan Salam semoga senantiasa Allah curahkan kepada junjungan alam semesta jagat raya yakni sayyidina wa maulana Muhammad SAW beserta keluargaNya, para sahabatNya, dan para pengikutNya termasuk kita semua sampai akhir zaman. Amin

Hadhirin Jama’ah Shalat Jum’ah Rahimakumullah
Setiap amal kehidupan di dunia ini harus senantiasa ada Laporan Pertanggungjawaban ( LPJ ). Artinya bahwa setiap orang yang diberi amanah ( mandat ) harus mempertanggungjawabkan amanahnya kepada orang yang memberikan amanah kepadanya. Seorang karyawan harus mempertanggungjawabkan pekerjaan kepada atasannya. Buruh akan mempertanggungjawabkan pekerjaan kepada majikannya. Lurah mempertanggungjawabkan pekerjaannya kepada Camat, dan Camat mempertanggungjawabkan pekerjaannya kepada Bupati, dan seterusnya sampai kepada Presiden yang harus mempertanggungjawabkan kinerjanya kepada rakyat melalui MPR. Fenomena ini sudah lazim bagi kita di dunia ini. Bahkan, akan tetap lazim dan up to date bagi kita sampai memasuki alam yang baru nanti, yaitu alam akhirat. Semua manusia harus mempertanggungjawabkan LPJ perbuatan dan amalnya kepada Allah SWT besok di hari akhirat karena manusia adalah makhluk ciptaan-Nya serta menjadi khalifah-Nya di muka bumi ini.
Dalam hal ini setidaknya ada empat LPJ yang harus kita pertanggungjawabkan kepada Sang Auditor Akbar: Allah SWT kelak pada hari kiamat nanti. Nabi SAW bersabda dalam sebuah hadisnya:
لاَ تَزُوْلُ قَدَمَا عَبْدٍ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعٍ: عَنْ عُمْرِهِ فِيْمَ أَفْنَاهُ, وَعَنْ عِلْمِهِ مَا فَعَلَ بِهِ, وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَ أَنْفَقَهُ, وَعَنْ جِسْمِهِ فِيْمَ أَبْلاَهُ.
“Tidak bergeser kaki seorang hamba pada hari kiamat nanti, sehingga ia akan diaudit empat LPJ-nya oleh Allah SWT (yaitu):(1) Tentang umurnya untuk apa ia habiskan?; (2) Tentang ilmunya untuk apa ia amalkan?; (3)Tentang hartanya darimana ia dapatkan dan kemana ia belanjakan?; dan  (4) Tentang badannya untuk apa ia gunakan?.(HR. At-Tirmidzi)

Hadhirin Jama’ah Shalat Jum’ah Rahimakumullah
Keempat LPJ tersebut mari kita pahami dan renungkan secara mendalam yaitu:
Pertama:
LPJ Tentang Umur yang kita miliki
Allah SWT memberikan umur kepada manusia sesuai dengan kehendak-Nya, ada yang panjang, ada yang pendek, dan ada yang sedang-sedang saja. Yang jelas umur yang diberikan kepada manusia itu ada batasnya, dan pada waktunya, manusia akan diwafatkan oleh Allah SWT. Allah berfirman dalam Al Quran:
وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ
" Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu, maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya." (Al-A'raaf: 34)
Berkaitan dengan umur ini umat Muhammad adalah umat yang paling pendek umurnya dibandingkan dengan umat-umat yang terdahulu. Nabi saw sendiri umurnya hanya berkisar 63 tahun, sebuah umur yang relatif pendek bila dibandingkan dengan para Nabi sebelumnya. Secara umum umat Muhammad berumur dalam kisaran 60 tahunan. Dalam berbagai riwayat diceritakan bahwa umur umatku tidak jauh dariku.
Dengan umur sependek itu, pertanyaan yang perlu dikedepankan adalah untuk apa umur yang begitu singkat itu kita habiskan? Realitas sosial menunjukkan bahwa kebanyakan manusia selalu menunda-nunda melakukan amal saleh padahal tidak jarang manusia yang masih muda, bahkan masih kecil, secara mendadak di wafatkan oleh Allah SWT, Bagaimana menghadap kepada Allah SWT sedangkan mereka ini dalam keadaan tidak siap mati karena semasa hidupnya belum membekali dirinya dengan bekal-bekal kehidupan akhirat. Mereka menunda-nunda di sisa umurnya, tapi di tengah perjalanan ke sana mereka terlebih dahulu sudah diwafatkan oleh Allah SWT. Kalau memang begini jadinaya, siapa yang rugi? Oleh karena itu, kita memang harus selalu stand by dan siap dalam menghadapi yang namanya maut itu. Kapan pun, di mana pun, dan saat apa pun kita harus siap menyambut  panggilan yang terakhir dari Allah di dunia ini. Dengan demikian, bekal taqwa dan ibadah yang selalu menyertai kita di mana pun kita berada adalah yang terbaik bagi kita.

Hadhirin Jama’ah Shalat Jum’ah Rahimakumullah
Kedua: LPJ Tentang Ilmu yang kita miliki
Salah satu ciri yang membedakan antara manusia dengan binatang adalah adanya akal. Dengan akal manusia mampu mengakses kebaikan-kebaikan, informasi-informasi, dan lain-lain. Dengan akal pula manusia mampu menghasilkan ilmu. Berbekal ilmulah manusia mencari kebahagiaan serta keselamatan di dunia dan di akhirat. Semakin banyak ilmunya, semakin dekat pula dia kepada Sang Pencipta (apabila digunakan sebagaimana mestinya). Dengan ilmu yang dimiliki, manusia diharapkan akan menjadi orang yang baik dalam semua lini kehidupannya, terutama ilmu agama. Namun, jika ada orang yang pengetahuan agamanya lebih dari cukup, lalu tindakan kesehariannya tidak sesuai dengan ilmunya, bahkan bertentangan, maka orang yang demikian ini akan lebih dulu disiksa oleh Allah SWT, sebelum Dia menyiksa orang-orang kafir penyembah berhala.

Hadhirin Jama’ah Shalat Jum’ah Rahimakumullah
Ketiga: LPJ tentang Harta Benda yang kita miliki
Dalam hal harta benda, ada dua pertanyaan yang akan ditanyakan Allah kepada kita. Pertama, dari mana harta itu dihasilkan? Kedua, untuk apa harta itu dibelanjakan? Harta yang ada pada kita itu semata-mata titipan Allah SWT, karena itu kita harus pandai-pandai memperoleh dan membelanjakannya. Harta yang kita dapatkan harus melalui jalan dan cara yang halal. Apabila tidak seperti itu, maka pada hakikatnya hanya menyengsarakan kita. Rasul saw bersabda:
كل لحم نبت من حرم فا النار اولى به
"Setiap daging yang tumbuh dari barang yang haram, maka neraka lebih berhak untuk memakan (menyiksa) daging itu."
Setelah harta tersebut kita peroleh dari jalan yang halal, maka kita pun wajib membersihkan (menzakati) harta itu jika sudah mencapai satu nishab. Nishab harta benda senilai 85 gram emas dan kita keluarkan 2 ½ % nya. Sebagaimana Al Quran menjelaskannya,
خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu mmembersihkan dan menyucikan mereka, dan berdo'alah untuk mereka. Sesungguhnya do'a kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui." (At-Taubah: 103)

Hadhirin Jama’ah Shalat Jum’ah Rahimakumullah
Keempat: LPJ Tentang Badan yang kita miliki
Kebanyakan manusia ketika sehat dan bugar sering lupa akan kewajibannyan kepada Yang Maha Kuasa dan selalu lupa untuk melakukan hal-hal yang dapat mendekatkan diri kepada-Nya. Demikian pula ketika terbuka kesempatan yang luas dihadapannya, yaitu ketika mereka sedang menjadi orang yang penting, mereka lupa akan hal-hal tersebut. Namun, ketika semuanya itu sudah sirna di hadapannya, yang sibuk sudah menjadi tidak sibuk, yang pegawai (karyawan) menjadi pensiun dan yang militer sudah menjadi purnawirawan, mereka semua ini baru sadar akan pentingnya hal-hal tersebut. Orang-orang semacam ini masih beruntung karena penundaan mereka masih membuahkan hasil dan tidak sia-sia. Akan tetapi, alangkah ruginya bagi orang-orang yang suka menunda-nunda amal shaleh, akan tetapi maut segera menjemputnya dengan tiba-tiba. Alangkah sia-sianya penundaan mereka. Oleh karena itu, Rasulullas SAW mengingatkan kepada kita dalam sabdaNya:
نعمتان مغبون فيهما كثير من ا لناس الصحة والفرغ   ( رواه البخاري  )
"Ada dua kenikmatan, kebanyakan manusia terlena dengan keduanya (sehingga mereka tidak diberkahi Allah), yaitu kesehatan dan kesempatan." (HR Al-Bukhari)
Dalam riwayat yang lain Rasul saw pernah memberi nasihat kepada Ibnu Umar:
وخذ من صحتك لمرضك   ( رواه البخاري  )
 "Dan (manfaatkanlah) kesehatanmu sebelum datang waktu sakitkanmu" (HR.Bukhari)
Hadhirin Jama’ah Shalat Jum’ah Rahimakumullah
Demikianlah khutbah sederhana ini yang bisa khatib sampaikan, semoga LPJ keimanan dan amal shalih kita bisa lulus dan lolos dari hisab auditor Allah SWT pada hari kiamat nanti. Amin
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم
Khutbah kedua diserahkan kepada khatib masing-masing


Khutbah Jumat: Berdoa Via Tawassul

 BERDOA VIA TAWASSUL
Oleh : Mursana, M.Ag

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. فَصَلَوَاتُ اللهِ وَسَلاَمُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ؛ يَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْن
Hadhirin Jama’ah Shalat Jum’ah Rahimakumullah
Marilah bersyukur kepada Allah SWT pada hari ini kita masih tetap bisa memenuhi undanganNya untuk melaksanakan ibadah ritual mingguan yakni Shalat Jum’at. Mudah-mudahan setiap langkah kita untuk menuju masjid kebanggaan kita ini dicatat kebaikan oleh Allah SWT untuk bekal pada hari kiamat nanti. Amin. Shalawat dan Salam semoga senantiasa Allah curahkan kepada junjungan alam semesta jagat raya yakni sayyidina wa maulana Muhammad SAW beserta keluargaNya, para sahabatNya, dan para pengikutNya termasuk kita semua sampai akhir zaman. Amin ya rabbal’alamin.

Hadhirin Jama’ah Shalat Jum’ah Rahimakumullah
Ijinkanlah hari ini khatib akan menjelaskan urgensinya Iman dan Amal Shalih yang Ikhlas sehingga bisa dijadikan tawassul dalam berdo’a kepada Allah SWT dari sebuah musibah yang menimpa seseorang atau umat. Terdapat dalam sebuah hadits panjang dalam kitab hadits yang sangat populer di dunia pesantren yakni kitab “Riyadhus Shalihin min kalami sayyidil mursalin” karya besar Imam Abu Zakariya Yahya bin Syaraf An Nawawy, dalam bab paling awal; Babul ikhlas wa ihdharun niyyat fi  jami’il a’mal wal aqwal wal ahwal
Dalam hadits ke 13, hadits diterima dari Abu Abdur Rahman, yaitu Abdullah bin Umar bin al-Khaththab RA, katanya: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda:
"Ada tiga orang dari golongan orang-orang sebelum kalian berangkat berpergian, sehingga dengan terpaksa mereka menempati sebuah gua untuk bermalam, kemudian merekapun memasukinya. Tiba-tiba jatuhlah sebuah batu besar dari gunung lalu menutup gua itu atas mereka. Mereka berkata bahawasanya tidak ada yang dapat menyelamatkan kalian semua dari batu besar ini melainkan jikalau kalian semua berdo’a kepada Allah SWT dengan menyebutkan perbuatanmu yang baik-baik. Lalu seorang dari mereka itu berkata:
اللَّهُمَّ كَانَ لِي أَبَوانِ شَيْخَانِ كبيرانِ، وكُنْتُ لا أغْبِقُ قَبْلَهُمَا أهْلاً ولاَ مالاً، فَنَأَى بِي طَلَب الشَّجَرِ يَوْماً فلم أَرِحْ عَلَيْهمَا حَتَّى نَامَا، فَحَلَبْتُ لَهُمَا غَبُوقَهُمَا فَوَجَدْتُهُما نَائِمَينِ، فَكَرِهْتُ أنْ أُوقِظَهُمَا وَأَنْ أغْبِقَ قَبْلَهُمَا أهْلاً أو مالاً، فَلَبَثْتُ والْقَدَحُ عَلَى يَدِي أنتَظِرُ اسْتِيقَاظَهُما حَتَّى بَرِقَ الفَجْرُ والصِّبْيَةُ يَتَضَاغَوْنَ عِنْدَ قَدَميَّ، فاسْتَيْقَظَا فَشَرِبا غَبُوقَهُما . اللَّهُمَّ إنْ كُنْتُ فَعَلْتُ ذلِكَ ابِتِغَاء وَجْهِكَ فَفَرِّجْ عَنّا مَا نَحْنُ فِيهِ مِنْ هذِهِ الصَّخْرَةِ
"Ya Allah. Saya mempunyai dua orang tua yang sudah lanjut usianya dan saya tidak pernah memberi minum kepada siapapun sebelum keduanya itu, baik kepada keluarga ataupun hamba sahaya. Kemudian pada suatu hari di tempat yang jauh, saya mencari kayu (yang dimaksud daun-daunan untuk makanan ternak). Saya belum kembali kepada kedua orang tuaku itu sampai merekapun tertidur. Selanjutnya saya pun terus memeras minuman untuk keduanya itu, dan keduanya saya temui tapi sudah tertidur. Saya enggan untuk membangunkan mereka ataupun memberikan minuman kepada seseorang sebelum keduanya, baik pada keluarga atau hamba sahaya. Seterusnya saya tetap dalam keadaan menantikan mereka bangun dan gelas itu tetap pula di tangan saya, sehingga fajarpun menyingsing, Anak-anak kecil sama menangis karena kelaparan dan mereka ini ada di dekat kedua kaki saya. Selanjutnya setelah keduanya bangun lalu mereka meminum minumannya. Ya Allah, jikalau saya mengerjakan yang demikian ini dengan niat benar-benar mengharapkan keridhaanMu, maka lapangkanlah kesukaran yang sedang kita hadapi dari batu besar yang menutup ini." Lalu Batu besar itupun tiba-tiba membuka sedikit, tetapi mereka belum dapat keluar dari gua.
Orang kedua berkata:
اللَّهُمَّ إنَّهُ كانَتْ لِيَ ابْنَةُ عَمّ، كَانَتْ أَحَبَّ النّاسِ إليَّ وفي رواية: كُنْتُ أُحِبُّها كأَشَدِّ مَا يُحِبُّ الرِّجَالُ النساءَ فأَرَدْتُهَا عَلَى نَفْسِهَا فامْتَنَعَتْ منِّي حَتَّى أَلَمَّتْ بها سَنَةٌ مِنَ السِّنِينَ فَجَاءتْنِي فَأَعْطَيْتُهَا عِشْرِينَ وَمئةَ دينَارٍ عَلَى أنْ تُخَلِّيَ بَيْني وَبَيْنَ نَفْسِهَا فَفعَلَتْ، حَتَّى إِذَا قَدَرْتُ عَلَيْهَا وفي رواية: فَلَمَّا قَعَدْتُ بَينَ رِجْلَيْهَا، قالتْ: اتَّقِ اللهَ وَلاَ تَفُضَّ الخَاتَمَ إلاّ بِحَقِّهِ، فَانصَرَفْتُ عَنْهَا وَهيَ أَحَبُّ النَّاسِ إليَّ وَتَرَكْتُ الذَّهَبَ الَّذِي أعْطَيتُها . اللَّهُمَّ إنْ كُنْتُ فَعَلْتُ ذلِكَ ابْتِغاءَ وَجْهِكَ فافْرُجْ عَنَّا مَا نَحْنُ فيهِ
"Ya Allah, sesungguhnya saya mempunyai seorang anak paman yang perempuan yang merupakan orang yang tercinta bagiku dari sekalian manusia (dalam sebuah riwayat disebutkan): Saya mencintainya sebagaimana kecintaan orang-orang lelaki yang amat sangat kepada seorang perempuan, kemudian saya menginginkan dirinya, tetapi ia menolak kehendakku itu, sehingga pada suatu masa ia menghadapi kesukaran. Iapun mendatangi tempatku, lalu saya memberikan seratus dua puluh dinar padanya dengan syarat ia mau tidur denganku, maksudnya mau berzina denganku. Ia berjanji sedemikian itu. Setelah saya dapat menguasai dirinya, (dalam sebuah riwayat lain disebutkan): Setelah saya dapat duduk di antara kedua kakinya, sepupuku itu lalu berkata: "Takutlah engkau kepada Allah dan jangan membuka cincin, maksudnya cincin di sini adalah kemaluan, maka jangan melenyapkan kegadisanku ini, kecuali dengan jalan yang hak, yakni dengan perkawinan yang sah, lalu saya pun meninggalkannya, sedangkan ia adalah yang amat tercinta bagiku dari seluruh manusia dan emas yang saya berikan itu saya biarkan dimilikinya. Ya Allah, jikalau saya mengerjakan yang demikian ini dengan niat untuk mengharapkan keridhaanMu, maka lapangkanlah kesukaran yang sedang kita hadapi ini." Batu besar itupun kemudian membuka lagi, hanya saja mereka masih juga belum dapat keluar dari dalamnya.
Dan akhirnya orang ketigapun lalu berkata:
اللَّهُمَّ اسْتَأْجَرْتُ أُجَرَاءَ وأَعْطَيْتُهُمْ أجْرَهُمْ غيرَ رَجُل واحدٍ تَرَكَ الَّذِي لَهُ وَذَهبَ، فَثمَّرْتُ أجْرَهُ حَتَّى كَثُرَتْ مِنهُ الأمْوَالُ، فَجَاءنِي بَعدَ حِينٍ، فَقالَ: يَا عبدَ اللهِ، أَدِّ إِلَيَّ أجْرِي ، فَقُلْتُ: كُلُّ مَا تَرَى مِنْ أجْرِكَ: مِنَ الإبلِ وَالبَقَرِ والْغَنَمِ والرَّقيقِ، فقالَ: يَا عبدَ اللهِ، لاَ تَسْتَهْزِىءْ بي! فَقُلْتُ: لاَ أسْتَهْزِئ بِكَ، فَأَخَذَهُ كُلَّهُ فاسْتَاقَهُ فَلَمْ يتْرُكْ مِنهُ شَيئاً . الَّلهُمَّ إنْ كُنتُ فَعَلْتُ ذلِكَ ابِتِغَاءَ وَجْهِكَ فافْرُجْ عَنَّا مَا نَحنُ فِيهِ
"Ya Allah, saya mengupah beberapa kaum buruh dan semuanya telah kuberikan upahnya masing-masing, kecuali seorang lelaki. Ia meninggalkan upahnya dan terus pergi. Upahnya itu saya kembangkan sehingga bertambah banyaklah hartanya tadi. Sesudah beberapa waktu, pada suatu hari ia mendatangi saya, kemudian berkata: Hai hamba Allah, tunaikanlah sekarang upahku yang dulu itu. Saya berkata: Semua yang engkau lihat ini adalah berasal dari hasil upahmu itu, baik yang berupa unta, lembu dan kambing dan juga hamba sahaya. Ia berkata: Hai hamba Allah, janganlah engkau memperolok-olokkan aku. Saya menjawab: Saya tidak memperolok-olokkan engkau. Kemudian orang itu pun mengambil segala yang dimilikinya. Semua digiring dan tidak seekorpun yang ditinggalkan.
Ya Allah, jikalau saya mengerjakan yang sedemikian ini dengan niat mengharapkan keridhaanMu, maka lapangkanlah kita dari kesukaran yang sedang kita hadapi ini." Batu besar itupun lalu membuka lagi dan merekapun akhirnya bisa keluar dari gua itu. (Muttafaq 'alaih)

Hadhirin Jama’ah Shalat Jum’ah Rahimakumullah
Sebagai kesimpulan dari cerita pendek dalam hadits tersebut adalah sebagai berikut:
1.    Kita sebagai umat Islam disunnahkan berdo’a kepada Allah SWT di kala sedang dalam   keadaan   sulit,  misalnya;  mendapatkan   malapetaka, kekurangan rezeki dalam kehidupan, sedang sakit dan lain-lain.
2.    Kita disunnahkan bertawassul dengan amal perbuatan sendiri yang shalih, agar kesulitan itu segera lenyap dan diganti dengan kelapangan oleh Allah SWT.
3.    Bertawassul atau berdo’a dengan perantaraan iman dan amal shalih itu, agar permohonan kita dikabulkan oleh Allah SWT. Bertawassul dengan cara menghadirkan keimanan dan Amal Shalih seperti dalam cerita hadits tersebut disepakati oleh jumhur ulama.

Hadhirin Jama’ah Shalat Jum’ah Rahimakumullah
Demikianlah khutbah sederhana ini semoga isi kandungan hadits tersebut bisa menjadi motivasi kita dalam meningkatkan kwalitas keimanan dan amal shalih pada masa yang akan datang. Amin ya rabbal ‘alamin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم
Khutbah kedua diserahkan kepada khatib masing-masing


Selasa, 03 Oktober 2017

Mencintai Al-Qur’an

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
حَمْدًا لِلَّهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ لِرَسُوْلِ اللهِ.  اَمَّا بَعْدُ

Yang terhormat: Para ulama’, asatidz, tokoh masyarakat dan para pejabat pemerintah.
Yang terhormat: Para dewan juri serta para hadirin rekan-rekan santri dan bapak-bapak ibu khususnya pendukung ubet dalam kontes ini.

Bagaimana kabarnya? Lagi baik? Alhamdulillah.
Marilah puji syukur, kita haturkan kepada Allah Azza Wajalla, dan limpahan rahmat kepada Rosulullah SAW, yang menjadikan kita beriman, islam dan berilmu pengetahuan.

Saudara hadirin Rahimakumullah.
Kita sebagai ummat islam seringkali lupa, kerap kali malas menggunakan daya talar kita sendiri untuk mengkaji dan mempelajari Al- Qur’an. Allah sering bertanya sama ummatnya Apala tak kilun? Apakah kamu tidak berkal? Afala tatafakkarun? Apakah kamu tidak berfikir? Dan banyak lagi ayat-ayat dalam Al-qur’an. Yang memberikan mutifasi agar kita tidak mempunya wawasan yang sempit dan daya fikir yang cumut. Anihnya para hadirin, kita ummat islam yang populer ini disebut ya’lu wala yu’la alaih. Sebagai ummat pilihan ini kadang-kadang tidak mampu menjadi cemin peradaban manusia. Sehingga kata Nabi Muhammad SAW.   اَلاِسْلاَمُ مَحْجُوْبٌ بِالمُسْلِمِيْن  Islam itu terhalang, islam itu mundur karena perilaku pemeluknya. Gimana mau maju wong sehari-harinya yang dibaca bukan kitab suci Al-Qur’an tapi kitap suci wiro sableng. Al- Qur’an tidak pernah dibaca, jarang dibaca sampai tamat, tapi giliran kitab wiro sableng hatam sampai tiga puluh juz.Betul...................

Saudara hadirin yang berbahagia.
Ayu sekarang senang dengan hadirnya metode Attanzil dan Sabila banyak teman-teman Ayu yang masih PAUD sudah bisa baca Al-Qur’an, banyak taretan-taretan Ayu yang masih PAUD sudah lancar tadarrus Al-Qur’an, bahkan bukan hanya lancar membaca tapi faham betul dengan ilmu tajwidnya. Faham betul bacaan-bacaan musykilatnya.  Tau apa mat lazim harfi mukhoffaf, Tau apa mat lazim harfi musyaqqol, hafal juz amma bahkan hafal surat yasin. Alhamdulillah

Saudara hadirin teman-teman Ayu seiman seakidah yang berbahagia.
Mariklah kita belajar Al-Qur’an, jangan sampai kita malas, karna malas hanya membawa kita pada kebodohan.
Mungkin sampai disini saja perjumpaan kita, mudah-mudahan bermenfaat, terimakasih atas segala perhatian dan sampai jumpa dilain kesempatan,

Burung Irian burung Cenderawasih, cukup sekian terima kasih.....usikum wanafsi bitaqwallah.

 وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Musibah

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

حَمْدًا لِلَّهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ لِرَسُوْلِ اللهِ.  اَمَّا بَعْدُ


Yang terhormat: Para ulama’, asatidz, tokoh masyarakat dan para pejabat pemerintah.
Yang terhormat: Para dewan juri serta para hadirin rekan-rekan santri dan bapak-bapak ibu khususnya pendukung matus dalam kontes ini.

Bagaimana kabarnya? Lagi baik? Alhamdulillah.
Marilah puji syukur, kita haturkan kepada Allah Azza Wajalla, dan limpahan rahmat kepada Rosulullah SAW, yang menjadikan kita beriman, islam dan berilmu pengetahuan.

Saudara hadirin Rahimakumullah.
Ada baiknya kita renungkan apa yang terjadi pada kita ummat islam khususnya Isnonesia. Berbagai musibah bertubi-tubi menimpa kita, mulai dari sunami, banjir dimana-mana, longsor, jatuhnya pesawat terbang yang hampir terjadi setiap bulan, yang tidak sedikit memakan korban,  dan banyak lagi kejadian yang tak kalah ngerinya. Kenapa musibah seberat ini harus menerpa kita, hingga banyak saudara-saudara kita yang menderita? Apakah Allah harus disalahkan? Jangan-jangan sampai menyalahkan Allah, Dia Maha Pengasih dan Maha Penyayang pada hambanya.

Saudara hadirin yang berbahagia.
Kita harus intropeksi diri, memeriksa diri sendiri. Benarkah kita rakyat Indonesia betul-betul menjalankkan syari’at Allah? Ternyata pertnyaan semudah ini, jawabannya tidak semudah membalikan tangan. Kita ternyata dihantui kebingungan untuk menjawab pertanyaan semudah ini. Yaaa, karna memang kita rakyat Indonesia sudah hengkang pada Islam, dan lebih memilih berkiblat kebarat-baratan. Dari pola hidup, pola pakaian, pola makan, dan pola pikir, semua kita hiasi dengan pola hidup wisternisasi, atau gaya hidup orang barat. Kita udah biasa buka aurat, udah biasa gak pake kerudung, Nah inilah jawaban dari semua itu. Marilah kita sadari dan kembali kejalan Allah, semoga Allah masih menerima taubat kita, Amin.......

Saudara hadirin seiman seakidah yang berbahagia.
Mungkin sampai disini saja perjumpaan kita, mudah-mudahan bermenfaat, terimakasih atas segala perhatian dan sampai jumpa dilain kesempatan, usikum wanafsi bitaqwallah.



 وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Orang Islam yang Sebenarnya

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
حَمْدًا لِلَّهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ لِرَسُوْلِ اللهِ.  اَمَّا بَعْدُ


Yang terhormat: Para ulama’, Asatidz, tokoh masyarakat dan para pejabat pemerintah.
Yang terhormat: Para dewan juri serta para hadirin rekan-rekan santri dan bapak-bapak ibu khususnya pendukung ........... dalam kontes ini.

Bagaimana kabarnya? Lagi baik? Alhamdulillah.
Marilah puji syukur, kita haturkan kepada Allah Azza Wajalla, dan limpahan rahmat kepada Rosulullah SAW, yang menjadikan kita beriman, islam dan berilmu pengetahuan.

Saudara hadirin Rahimakumullah.
Siapa sebenarnya orang islam itu? Apakah orang madura, atau orang jawa, atau bahkan orang mekah? Bukan, orang islam tidak terikat dengan tempat, jawabannya yang tepat adalah orang yang membaca dua kalimat syahadat, terus melaksanakan sholat, mengeluarkan zakat, berpuasa dan juga haji bagi yang mampu. Alias mengerjakan semua rukun islam. Lho kok begitu? Memang begitu islam yang sejati, kalau ada salah satunya ditinggalkan maka itu bukan orang islam yang sebenarnya. Masak dikatakan orang islam kalau gak pernah sholat, puasanya sering bolos, gak pernah membayar zakat, apakah itu dikatakan orang islam. Wong dia baca syahadat saja karena mau kawin, itupun karna disuruh penghulu.

Saudara hadirin bapak-bapak ibu-ibu yang berbahagia.
Pak...... buk.......... saya malu sebagai anak kalo orang tua saya sholatnya lalai, lebih-lebih gak sholat  gara sibuk kerja. Bekerja memang harus untuk syarat ibadah, tapi jangan lupa sholat. Saya mau nyanyi dulu ya.....? Subuh tele seyang, Dzuhur bedeh egudeng, asar kemaleman, maghrib kelessoan, isyak ketedungan. 

 Saudara hadirin yang budiman.
Mariklah kita beragama jangan setengah-setengah, kita sempurnakan rukun islam yang lima, memang pelajaran anak-anak TK tetapi penerapannya sungguh berat sekali. Allah berfirman dalam Al-Qur’an.

اُدْخُلُوْا فِى السِّلْمِ كَافَّةْ
 “ Masuklah kalian semua kedalam islam secara keseluruhan”

Saudara hadirin seiman seakidah yang ber habahagia.
Mungkin sampai disini saja perjumpaan kita, mudah-mudahan bermenfaat, terimakasih atas segala perhatian dan sampai jumpa dlain kesempatan, usikum wanafsi bitaqwallah.



 وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Orang yang Mulya

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
حَمْدًا لِلَّهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ لِرَسُوْلِ اللهِ.  اَمَّا بَعْدُ

Yang terhormat: Para ulama’, Asatidz, tokoh masyarakat dan para pejabat pemerintah.
Yang terhormat: Para dewan juri serta para hadirin rekan-rekan santri dan bapak-bapak ibu khususnya pendukung Anis dalam kontes ini.

Bagaimana kabarnya? Lagi baik? Alhamdulillah.
Marilah puji syukur, kita haturkan kepada Allah Azza Wajalla, dan limpahan rahmat kepada Rosulullah SAW, yang menjadikan kita beriman, islam dan berilmu pengetahuan.

Saudara hadirin Rahimakumullah.
Banyak orang berfikir bahwa orang yang beruntung adalah orang kaya, sementara orang yang miskin berarti memiliki nasib yang tidak untung, saya tegaskan, kekayaan bukan suatu kemulyaan bagi manusia, dan sebaliknya kemiskinan bukan berarti kehinaan pada dirinya, semua itu adlah cobaan dari Allah. Yang kaya diuji oleh Allah dengan kekayaannya, yang miskin diuji oleh Allah dengan kemiskinannya. Mampukah sikaya mengendalikan hawa nafsunya, dan mampukah simiskin hidup dengan sangat sederhana dan kekurangan.

Buk....... Pak.......
Siapakah sebenarnya orang yang mulya itu? Orang yang mulya adalah orang yang bertaqwa kepada Allah, walaupun kaya tapi tiadak bertaqwa malah enak-enakan saja hidup di dunia, maka dia adalah orang yang sangat hina menurut Allah. Tapi sebaliknya maskipun dirinya miskin tidak punya apa-apa tapi  bertaqwa kepada Allah, maka dialah orang yang dimulyakan oleh Allah. Maka tidak heran kalau Rasulullah SAW. Bersabda : bahwa lebih banyaknya penduduk surga adalah orang-orang miskin. Yaaah begitulah memang kebanyakan orang miskin yang tekun beribadah, tidak sombong, sedangkan orang kaya selalu sibuk dengan menghitung hartanya, bangga dengan kekayaannya, padahal semua itu hanya titipan dari Allah, gimana mau masuk surga? Namun bukan berarti kalau orang kaya tidak mulya dan tidak masuk surga, tidak. Semuanya yang menentukan adala ketaqwaanya kepada Allah. Allah berfirman dalam Al-Qur’an اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللهِ اَتْقَاكُمْ  “sesungguhnya orang yang paling mulya diantara kalian adalah orang yang lebih bertaqwa”

Saudara hadirin Rahimakumullah.
Dari sekarang marilah kita bertaqwalah kepada Allah, semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita Amin.
Yang miskin jangan bersedih              dan jangan ber iri hati
Yang kaya  janganlah bangga             dan jangan busungkan dada
Derajat manusia disisi tuhanya bakan karna hartanya
 Derajat manusia disisi tuhanya hanya karna taqwanya.

Saudara hadirin seiman seakidah yangka ber habahagia.
Mungkin sampai disini saja perjumpaan kita, mudah-mudahan bermenfaat, terimakasih atas segala perhatian dan sampai jumpa dlain kesempatan, usikum wanafsi bitaqwallah.

 وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

PENTINGNYA ILMU
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بسم الله الرحمن الرحيم اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى اَشْرَفِ اْلاَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنْ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنْ أَمَّا بَعْدُ.
قَالَ الله تَعَالَى فِى الْقُرْأَنِ الْكَرِيمْ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الَّذِيْنَ يَعْلَمُوْنَ وَالَّذِيْنَ لاَيَعْلَمُوْنْ. وَقَالَ النَّبِيُّ صَلىَّ الله عَلَيْهِ وَسَلَّمْ : َطلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةُ عَلَى كُلِّ مُسْلِمْينَ وَالْمُسْلِمَاتِ . صَدَقَ الله وَصَدَقَ رَسُوْلُهْ
حَضْرَةِ الْكِرَامْ وَالْمُعَظَّمْ شَيْوخِِنَا مَجْلِسْ كلواركا بسار فوندوك فسنترين مفتاح العلوم فبفين سي ابدينه ساغة اطاعتي تور ابتينه انعظيمي
سداجة ديوان كورو ديوان جوري دان ركان2 سنتري سعي ملجأكي الله
Untuk mengawali pidato ini, marilah kita memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah swt. sehingga pada hari ini kita dapat berkumpul di tempat yang berbahagia ini dalam keadaan sehat walafiat. Dalam acara  AKBAR Ajang Kreativitas dan Bakat Antar Ranting.
Shalawat serta salam semoga selalu terlimpah kepada Nabi Muhammad Saw., yang senantiasa mendorong ummatnya untuk menuntut ilmu dan mengamalkannya dengan  sebaik-baiknya.
Hadirin dan teman-teman yang dicintai Allah..
Pada kesempatan kali ini saya akan berpidato dengan tema “Pentingnya Ilmu bagi Kehidupan”. Ilmu mempunyai peranan penting dalam perjalanan hidup kita, karena dengan ilmu, kita akan mampu membedakan yang haq dan yang bathil. Dengan ilmu juga, kita akan lebih mantap dalam menjalankan ibadah kepada Allah swt.. Oleh karena itu kita harus menyadari bahwa menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim dan muslimat, sesuai dengan sabda nabi Muhammad Saw. Yang berbunyi:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ
Hadirin dan teman-teman serta dewan juri yang dicintai Allah..
Sebagai seorang muslim yang telah mengerti pentingnya ilmu, sebaiknya kita tidak hanya mempelajari satu bidang ilmu misalnya ilmu agama atau ilmu pengetahuan saja karena jika hanya menuntut satu bidang ilmu saja, kehidupan ini akan tidak seimbang.
Ilmu ketuhanan dan ilmu pengetahuan umum atau biasa kita sebut IPTEK dan IMTAQ memiliki hubungan yang sangat erat. Keduanya tidak dapat dipisahkan, keduanya saling melengkapi. Dalam sebuah peribahasa bahasa Inggris dikatakan:
“Without theology, life will be blind and without science, life will be lame”. Artinya “hidup akan menjadi buta jika tanpa ilmu agama dan tanpa ilmu pengetahuan umum hidup akan menjadi pincang.”
Peribahasa ini menekankan betapa pentingnya IPTEK. Tanpa IPTEK, seseorang tidak akan tahu apa itu industrialisasi, globalisasi, dsb. Tapi sebaliknya, tanpa ilmu agama, seseorang akan mudah terpengaruh oleh dampak negatif kemajuan teknologi modern saat ini karena tidak mempunyai pegangan hidup yang kuat yaitu iman.
Hadirin dan teman-teman yang dicintai Allah..
Dalam Alquran surat Al Mujadalah Ayat 11 Allah berfirman yang bunyinya:
يَرْفَعِ اللهُ الَّذِيْنَ امَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجَات
Artinya adalah “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.”
Dalam kehidupan sehari-hari kita tahu bahwa orang yang berilmu dan beriman mempunyai kedudukan yang terhormat dalam masyarakat dan dijadikan panutan sampai-sampai Rasulullah pernah mengatakan “tidurnya orang yang berilmu, lebih baik dari ibadahnya orang yang tidak berilmu”.
Hadirin yang dirahmati Allah..
Ada empat poin keutamaan dan pentingnya ilmu dalam Islam.
1.     Menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap muslim;
2.     Menuntut ilmu hingga ke negeri yang jauh (cina)
Dalam sebuah hadist dikatakan “uthlubul ilma wa lau bisshin” yang artinya “carilah ilmu sekalipun di negeri China”.
       3. Menuntut ilmu sampai ke liang lahat
Dalam hadist yang berbunyi “uthlubul ilma minal Mahdi ilallahdi” dikatakan bahwa menuntut ilmu itu dari buaian sampai ke liang lahat.
      4. Menuntut ilmu untuk dunia dan akhirat.
Teman-teman yang saya cintai..
Marilah kita memacu diri untuk terus belajar dan belajar, pantang menyerah sampai kita dapat menikmati buah dari ilmu itu. Hal ini sesuai pula dengan kata-kata bijak yang berbunyi: “jika kamu menginginkan hasil setelah satu tahun, tanamlah padi. Jika kamu menginginkan hasil setelah sepuluh tahun, tanamlah tanaman keras tetapi jika kamu menginginkan hasil setelah dua puluh lima tahun, didiklah anak-anak kamu.”
Hadirin yang berbahagia..
Sebelum mengakhiri pidato ini, ada tiga Kesimpulan yang bisa kita ambil, yang pertama, menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim dan muslimat. Yang kedua, orang berilmu dan beriman akan ditinggikan derajatnya oleh Allah swt.. dan yang terakhir, menuntut ilmu tidak ada batasnya bahkan hingga ke liang lahat.
 Saudara hadirin Rahimakumullah, demikianlah pidato singkat saya. Mohon maaf bila ada kesalahan, akhir kata saya ucapkan wabillahitaufik walidayah, wassalamuala

Syukur

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
حَمْدًا لِلَّهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ لِرَسُوْلِ اللهِ.  اَمَّا بَعْدُ

Yang terhormat: Para ulama’, Asatidz, tokoh masyarakat dan para pejabat pemerintah.
Yang terhormat: Para dewan juri serta para hadirin rekan-rekan santri dan bapak-bapak ibu khususnya pendukung ........... dalam kontes ini.

Bagaimana kabarnya? Lagi baik? Alhamdulillah.
Marilah puji syukur, kita haturkan kepada Allah Azza Wajalla, dan limpahan rahmat kepada Rosulullah SAW, yang menjadikan kita beriman, islam dan berilmu pengetahuan.

Saudara hadirin Rahimakumullah.
Betapa banyak nikamat Allah yang diberikan kepada kita, baik yang berkaitan dengan badan, baik jasmani maupun rohani, atau berupa rizki yang diberikan kepada kita, kita bisa beriman kepada Allah, beragama Islam, ini merupakan nikmat yang paling besar kepada kita,  bisa melihat, berbicara, mendengar, bergerak dan lain semacamnya, Ini lagi nikamat berharga kepada kita. Dan juga limpahan rizki yang diberikan kepada kita hingga kita bisa bersenang-senang, ini tentu nikmat yang tiada tara.

Hadirin khususnya kaum wanita yang dimulyakan Allah.
Kita sudah tau semuanya bahwa itu semua adalah nikmat. Pernahkah kita bersyukur atas nikmat itu? Berapa kali kita berterimakasih kepada Allah? Dengan cara apa kita bersyukur? Waduh, repot ya? Terus terang betapa berharganya nikmat yang kita miliki, Iman, Islam adalah nikmat yang tiada bandingnya.kita beruntung, karena betapa celakanya orang yang tidak beriman kepada Allah, dan tidak beragama Islam. Eh, malah kita hanya sebatas pengakuan saja dalam Iman dan Islam. Kita tidak pernah menunjukkan rasa syukur kita. begitu juga anggota tubuh, kita yang sangat sempurna kita syukuri, karena betapa menderitanya orang yang cacat anggota tubuhnya, dak punya kaki, dak punya tangan, dan lain semacamnya. Dan juga maslah rizki, kita ternyata selalu diberi jalan oleh Allah dalam hal ini. Sungguh kita tidak pernah lepas dari nikmatnya. Syukurilah dengan meningkatkan kualitas ibadah kita. لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
“ kalau kamu bersyukur niscaya Allah akan aku tambah, dan apabila kamu ingkar maka adzabnya sangat pedi”

Saudara hadirin Rahimakumullah.
Dari ini marilah kita bersyukur kepada Allah, kita tingkatkan rasa syukur kita kepada Allah dengat meningkatkan ibadah kita, syukurilah badanmu dengan membantun orang lain, syukurilah hartamu denga bershodaqah dan berbagi terhadap fakir miskin.
 Mungkin sampai disini saja perjumpaan kita, mudah-mudahan bermenfaat, terimakasih atas segala perhatian dan sampai jumpa dlain kesempatan, usikum wanafsi bitaqwallah.

 وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Tobat

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
حَمْدًا لِلَّهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ لِرَسُوْلِ اللهِ.  اَمَّا بَعْدُ

Yang terhormat: Para ulama’, Asatidz, tokoh masyarakat dan para pejabat pemerintah.
Yang terhormat: Para dewan juri serta para hadirin rekan-rekan santri dan bapak-bapak ibu khususnya pendukung ........... dalam kontes ini.

Bagaimana kabarnya? Lagi baik? Alhamdulillah.
Marilah puji syukur, kita haturkan kepada Allah Azza Wajalla, dan limpahan rahmat kepada Rosulullah SAW, yang menjadikan kita beriman, islam dan berilmu pengetahuan.

Saudara hadirin Rahimakumullah.
Semua manusia dijadikan dalam keadaan lemah, serta tidak pernah lepas dari salah dan lupa. Maka dari itu, kalau kita sadar bahwa kita adalah sosok yang lemah dan selalu melakukan kesalahan, dan tidak terhindar dari yang namanya lupa, maka pastilah kita selalu mengerjakan dosa, kalau sudah sedemikian adanya, maka sudah barang tentu bagi kita sebagai hamba yang selalu berlumuran dosa untuk bertobat kepada Allah SWT. Apalagi kita manusia yang tidak punya predikat apa-apa dihadapan Allah. Nabi Muhammad SAW. Yang sudah jelas diampuni segala dosanya, baik yang telah lalu maupun yang akan datang, beliau bertobat dalam sehari semalam lebih dari 70 kali. Subhanallah! Sedangkan kita manusia yang selalu berlumur dosa kadang-kadang sholat yang lima waktu saja ditinggalkan,  kapan kita  mau bertobat kepada Allah. Astaghfirullahal Adzim.

Buk....... Pak.......
Nabi Muhammad SAW. dalam sehari semalam bertobat lebih dari 70.kali, kalau kita berapa kali dalam sehari selamam, Buk....... Pak.......?  jawabanya tidak pernah. Sampai kapankah kita selalu maksiat kepada Allah, dan apakah kita hanya memerlukan rizki-Nya saja? Astaghfirullahal Adzim.

Saudara hadirin Rahimakumullah.
Dari sekarang marilah kita bertobat kepada Allah, malu dong kepada Allah, perintahnya tidak dikerjakan, malah rizqi-Nya yang selalu dimakan. Bertobatlah sebelum terlambat, semasih nyawa masih dikandung badan, kalau kita sudah sekarat, maka segala penyesalan sudah terlambat. Dan tiada gunanya dihadapan Allah SWT.

Saudara hadirin seiman seakidah yang ber habahagia.
Mungkin sampai disini saja perjumpaan kita, mudah-mudahan bermenfaat, terimakasih atas segala perhatian dan sampai jumpa dlain kesempatan, usikum wanafsi bitaqwallah.

 وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Mempersiapkan Diri

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
حَمْدًا لِلَّهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ لِرَسُوْلِ اللهِ.  اَمَّا بَعْدُ

Yang terhormat: Para ulama’, Asatidz, tokoh masyarakat dan para pejabat pemerintah.
Yang terhormat: Para dewan juri serta para hadirin rekan-rekan santri dan bapak-bapak ibu khususnya pendukung ........... dalam kontes ini.

Bagaimana kabarnya? Lagi baik? Alhamdulillah.
Marilah puji syukur, kita haturkan kepada Allah Azza Wajalla, dan limpahan rahmat kepada Rosulullah SAW, yang menjadikan kita beriman, islam dan berilmu pengetahuan.

Saudara hadirin Rahimakumullah.
Kita semua pasti tau bahwa kita akan mengelami kematian, kita pasti sadar bahwa kita akan dikalang tanah. Tapi yang mengherankan, kalau sudah tau bahwa kita pasti mengelami kematian, kok kita tidak berfikir dan menyiapkan diri dengan bekal yang akan dibawa kedalam kubur.

Saudara hadirin bapak-bapak ibu-ibu yang berbahagia.
Kematian tidak seperti dengan apa yang kita saksikan. Yaitu berupa bangkai yang tidak bernyawa dan tidak ada gunanya lagi, ingatlah.......kematian adalah sebuah kehidupan yang tiada bedanya dengan kehidupan yang ada didunia ini. Sama-sama mengelami gembira dan susah, untung dan rugi. Dan kita perlu tau, bahwa susah senangnya dan untung ruginya sangat ditemukan oleh amal kita didunia. Kalau amal itu baik maka akan mengalami kebahagiaan kesenangan dan keberuntungan, tapi sebailknya kalau amal itu buruk maka kita akan mengalami siksaan dan murka Allah. Na’udzubillah summa  Na’udzubillah.

Saudara hadirin Rahimakumullah.
Mariklah kita persiapkan diri untuk kehidupan yang lebih kekal abadi, kehidupan ini tiada artinya, kita rata-rata hidup 60 tahun saja, sementara kehidupan sesudahnya adala beribu-ribu tahaun bahkan miliyaran tahun. Nah kehidupan yang sedikit inilah yang menjadi penentu untung tidaknya di kehidupan berikutnya. Marik kita nyanyi dulu setuju....?

Badanpun tak berharga sesaat ditinggal nyawa
Anak istri tercinta tak lagi sudi bersama
Secepatnya jasad di pendam........2x karna tak lagi dibutuhkan
Diri yang semula dipuja kini bangkai tak bernyawa.....hohoho
Wajah dan tubuh indah yang didulu dipuja-puja
Kini tiada lagi orang yang sudi menyentuhnya
Jadi santapan cacing tanah........2x hingga yang tersisa kerangka
Begitulah suratan badan kebumi dikembalikan.........

Saudara hadirin seiman seakidah yang ber habahagia.
Mungkin sampai disini saja perjumpaan kita, mudah-mudahan bermenfaat, terimakasih atas segala perhatian dan sampai jumpa dlain kesempatan, usikum wanafsi bitaqwallah.

 وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Mencari Ilmu

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

حَمْدًا لِلَّهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ لِرَسُوْلِ اللهِ.  اَمَّا بَعْدُ


Yang terhormat: Para ulama’, asatidz, tokoh masyarakat dan para pejabat pemerintah.
Yang terhormat: Para dewan juri serta para hadirin rekan-rekan santri dan bapak-bapak ibu khususnya pendukung ............ dalam kontes ini.

Bagaimana kabarnya? Lagi baik? Alhamdulillah.
Marilah puji syukur, kita haturkan kepada Allah Azza Wajalla, dan limpahan rahmat kepada Rosulullah SAW, yang menjadikan kita beriman, islam dan berilmu pengetahuan.
Saudara hadirin Rahimakumullah.
Rosulullah SAW. Pernah bersabda:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ
“ mencari ilmu itu wajib bagi laki-laki dan perempuan muslimat”

Mengapa mencari ilmu itu kok wajib hukumnya? Kok ga dianjurkan saja? Karena segala yang ada dibumi semuanya diatur oleh ilmu, betul? Betul….. betul…… betul………  baik yang bersangkutan dengan dunia, apalagi akhirat. Kita mau beribadah harus punya ilmu, tanpa ilmu ibadahnya gak karuan. Mau berdagang kita juga harus punya ilmu, karna tanpa ilmu dagangannya bangkrut, dan seterusnnya membutuhkan ilmu. Nah cukup masuk akal kalau Nabi mewajibkan kita mencari ilmu, baik ilmu umum lebih-lebih ilmu agama. karena memang dengan ilmu segalanya akan sukses, betul….?  Mau buat sepeda motor oke, mau buat mubil oke, mau pidatu oke, mau baca khotbah enteng-enteng saja, kalau sudah punya ilmu. 

Saudara hadirin yang berbahagia.
Kalau kita tidak punya ilmu semuanya akan gagal, baik dalam masalah dunia maupun akhirat. Muamalah kita gagal, dan ibadah kita pun tidak diterima oleh Allah, gara-gara yang namanya bodoh. Bukti kongkritnya Negara kita dulu, kenapa kok dijajah oleh Belanda Jepang bahkan Portugal? Jawabanya adalah karena kita rakyat Indonesia bodoh.

Saudara hadirin seiman seakidah yang berbahagia.
Mungkin sampai disini saja perjumpaan kita, mudah-mudahan bermenfaat, terimakasih atas segala perhatian dan sampai jumpa dilain kesempatan, usikum wanafsi bitaqwallah.


 وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ancaman Wanita

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
حَمْدًا لِلَّهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ لِرَسُوْلِ اللهِ.  اَمَّا بَعْدُ

Yang terhormat: Para ulama’, Asatidz, tokoh masyarakat dan para pejabat pemerintah.
Yang terhormat: Para dewan juri serta para hadirin rekan-rekan santri dan bapak-bapak ibu khususnya pendukung ........... dalam kontes ini.

Bagaimana kabarnya? Lagi baik? Alhamdulillah.
Marilah puji syukur, kita haturkan kepada Allah Azza Wajalla, dan limpahan rahmat kepada Rosulullah SAW, yang menjadikan kita beriman, islam dan berilmu pengetahuan.

Saudara hadirin Rahimakumullah.
Rasulullah SAW. Pernah menjelaskan, bahwa mayoritas penghuni neraka adalah wanita. Kok bisa gitu yaa...? yah memang begitu yang cocok dengan keadaan dilapangan. Kita amati bersama bagaimana tingkah laku perempuan-perempuan sekarang, cara berpakayan? Mereka tidak patut dikatakan perempuan-perempuan islam. Islam mengajarkan kita, untuk menutup aurat , tapi kenyataannya mereka lebih cendrung untuk mempertontonkan diri. Islam menuntut kaum wanita untuk tidak keluar sendirian kecuali dengan mahram, itupun apabila ada kepentingan yang mendesak, tapi mengapa sering kali kita temui banyak perempuan yang seenaknya jalan-jalan tanpa pamit dan tanpa ada alasan yang diperbolehkan syara’ sampai-sampai dimana-mana tempat selalu dipadati perempuan, dipasar, di warung, di pasar malam, di tempat-tempat yang rami selalu dipadati wanita, ironisnya kebanyakan mereka adalah orang-orang yang sudah berpendidikan agama, ada lagi. udah punya suami masih sok kecantikan kepasar, pake baju baru pake minyak wangi, padahal kalau dirumahnya pake baju yang compang camping, baunya bau ketek  inilah wanita-wanita penghuni Neraka“Inna lillahi wainna ilaihi raji’un”

Hadirin khususnya kaum wanita yang dimulyakan Allah. Buk..... Pak........
Ini Rasulullah sendiri yang mengatakan bahwa kaum wanita lebih banyak masuk neraka. Beliau bukan orang biasa, dak seperti kita, beliau jujur dan benar. Akankah kita membiarkan diri kita masuk kedalam neraka yang sangat dahsyat, oh tentunya tidak. Allah berfirman dalam AL-Qur’an قُوْا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارَا  “hendaklah kamu takut pada dirimu dan keluargamu terhadap api neraka”

Saudara hadirin Rahimakumullah.
Dari sekarang marilah kita kembali kepada Allah, mari kita ajari anak-anak perempuan kita untuk belajar menutup aurat sejak kecil, ajari mereka hukum syari’at islam, jangan sampai anak-anak kita terlantar, masukkan anak-anak kita kepondok pesantren, karna setiap dosa yang dilakukan oleh anak, karna mereka tidak masukkan kependidikan, maka semua dosanya akan di kalungkan kepada orang tuanya.

Saudara hadirin seiman seakidah yang ber habahagia.
Mungkin sampai disini saja perjumpaan kita, mudah-mudahan bermenfaat, terimakasih atas segala perhatian dan sampai jumpa dlain kesempatan, usikum wanafsi bitaqwallah.

 وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Assalamu alaikum Wr. wb 


Innal hamda wasyukron lillah, . wassholatu wassalamu 'alaa Rosulillah, wa 'alihi washohbihii wassallam. ammaa ba'du.

segala puji kehadirat ilahi robbi, yang telah memberi tanpa pamrih, dengan anugerah yang tiada henti, menunjukkan jalan menuju kehidupan abadi,inilah hidayah yang patut kita syukuri.
Sholawat serta salam kita curahkan kepada Nabiyullah Muhammad Saw. sebagai juru kunci kehidupan akherat, pembimbing umat pada kehidupan yang serba maksiat, dimana tanda kiamat sudah dekat.
Dewan juri yg saya hormati, teman-teman seperjuangan yg arif dan budiman.
tema bahasan Chyfa kali ini adalah Memahami fitrah kepemimpinan

teman-teman,tahunggak?.....................
Kalo setiap manusia yang diciptakan itu, dibekali dengan jiwa kepemimpinan, mulai dari bapak-bapak, ibu-ibu, anak-anak, bahkan sampai nenek-nenek sekalipun termasuk teman-teman semua........ kita kan Khalifah, gitu loh!!!
Tapi sayang seribu sayang, masih banyak orang yang nggak ngerti akan hal itu,

Padahal Rasulullah Saw. Telah mengingatkan dalam sabdanya:
“Kullukum Raa’in Wakullukum Mas’ulun ar roiyyatih...”
yang artinya: setiap kamu itu adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawabannya.

Jadi kita semua adalah pemimpin, yang pasti akan ditanyai pertanggung jawabannya di akhirat kelak. Orang tua pemimpin bagi anak-anaknya, Guru pembimbing bagi siswanya, Pemerintah Pemimpin bagi Rakyatnya
Paling tidak kita adalah pemimpin bagi diri sendiri, Dan seterusnya.....

Tapi anehnya teman-teman, begitu banyak orang yang telah dibutakan oleh cinta dunia, cinta harta, cinta pangkat dan jabatan, bahkan rela melakukan segala cara demi medapatkan apa yang menjadi ambisinya.

Jadi tidak heran lagi, klo ada manusia yang berbuat semena-mena karena mengandalkan kekuasaanya serta kekuatannya. Itu semua disebabkan karena tertutupnya jiwa kepemimpinan yang ada pada diri mereka.
Bukannya membina tapi membinasakan, harapannya memimpin, eh, malah membanting....

Bahkan yang lebih paranya lagi, banyak dari pejabat-pejabat yang sama sekali tidak menyadari kalo dirinya adalah pemimpin,,,,, mereka hanya tahu dirinya sebagai penguasa,,,,,,,

Padahal Pemimpin dan penguasa itu pengertiannya beda loh....................
Pemimpin adalah orang yang dapat dijadikan contoh dalam berbuat, tauladan dalam bertingkah laku dan santun dalam berkata,
Sedangkan Penguasa adalah mereka tahunya hanya sekedar mengumpulkan harta untuk makan, makan dan makan bahkan klo perlu saudara sendiri pun ikut dimakannya pula.

Dewan juri yg saya hormati, teman-teman seperjuangan yg arif dan budiman.

Maka dari itu, marilah kita memanfaatkan potensi kepemimpinan yang kita miliki agar kita mampu menjadi pemimpin-pemimpin yang ideal untuk bangsa dan negara ini ke depan, yaitu dengan cara mengidolakan Rasulullah Saw. serta mengikut jejak ketauladannya.

Akhir kata, kalau ada piring yang pecah jangan disimpan di dalan peti, kalau ada kata-kata Chyfa yang salah, jangan disimpan di dalam hati.
Burung Irian burung Cenderawasih, cukup sekian terima kasih.....
Minallahil musta’aan, wa ‘alaihi Qosdhus sabiil
Wassalamu alaikum warahmatulaahi wabarakaaaaatuh.....